Tentang Maskot Ditjen Pajak

April 9, 2013 § 2 Comments

Ada yang tahu maskot ditjen pajak? Pasti banyak yang tidak tahu. Saya juga yang termasuk baru tahu setelah masuk sekolah perpajakan dulu. Hehe…

https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSTZJz39DRIeU4OdDfY98fYkycn-CpGWDPZ7Wokb0Ob57wpIFff

Namanya Kojib, kepanjangan dari Kontribusi Wajib Pajak. Lahir pada tahun 2008 sebagai bentuk sosialisasi dari pada sunset policy waktu itu (Kalau nggak ngerti sunset policy, gak apa-apa kok). Namun, setelah dipertimbangkan, akhirnya Kojib menjadi maskot resmi Ditjen Pajak untuk selanjutnya.

Agak mirip-mirip dengan alfamart sih. Tapi bedanya, kalau alfamart itu lebah, sedangkan Ditjen Pajak itu tawon, (tahu beda lebah dan tawon kan?).

Kenapa harus Tawon? Ada jutaan hewan lain kenapa harus tawon?
Sebagai sebuah maskot, tentu harus bisa mewakli institusi yang dimaskoti (bahasanya agak maksa). Nah, tawon itu dirasa mewakili Institusi Ditjen Pajak. Karena tawon itu mengambil sedikit saripati bunga tanpa membuat bunga itu rusak, bahkan malah membantu bunga itu berkembang biak. Sama halnya dengan Ditjen Pajak yang juga mengambil sedikit dana dari masyarakat dengan berusaha tanpa merusak masyarakat dan kemudian mengembalikannya ke masyarakat baik berupa pelayanan, pembangungan, dan lain-lain sehingga meningkatkan perekonomian masyarakat.
Diharapkan juga dengan maskot yang lucu ini (walau gak lucu2 amat sih), Pajak terlihat lebih humanis di mata masyarakat…

Tagged: ,

§ 2 Responses to Tentang Maskot Ditjen Pajak

  • i am writing an opening for our yearbook, but i am having writer’s block…the name of the yearbook is Linked as One, and our maskot is the hornet. I am trying to make it be about being connected as one…how can i make it sound better?

    a hornet cannot survive alone in nature. hornets must work as a unit, as a single entity, to ensure that the dominion which they meticulously rule is fruitful. Each and every hornet is vital to the success of the colony; no role is insignificant. each one of these roles is a link in the interconnected chain. Although the Hornets of Pelham High School may not have realized it in the beginning, they were all connected in some way. Each team, each clique, each individual was a small part of the big picture

    what can i say next?

  • sidick says:

    Bentuk tubuh: gemuk dan berambut pada lebah .

    Kaki: tawon tidak memiliki corbicula (keranjang serbuk sari), tapi lebah punya .

    Kebiasaan makan: lebah mencari nektar pd bunga, tawon adalah predator yg memangsa hewan kecil lainnya .

    Manfaat: lebah berperan pada penyerbukan tanaman, tawon sebagai pengendali hama sebab ia karnivora .

    Sarang: lebah sarangnya hexagonal dan vertikal, sering di lubang2 panjang atau batang pohon . Tawon sarang hexagonal dan cenderung melingkar, sering di tempat aman seperti di genting rumah .

    Memberi makan larva: lebah bekerja mengurusi larva mereka tanpa mendapat balasan apa2, sedangkan tawon ?
    Tawon akan merangsang larva mengeluarkan cairan manis dari kelenjar ludah mereka stiap kali mereka diberi makan tawon dewasa . Lalu cairan ini akan diminum oleh tawon dewasa .

    Alat sengat:
    Lebah: hanya bisa menyengat skali, karna mereka tidak dapat menarik kembali sengatnya dr abdomennya, artinya alat sengat mereka akan terlepas dr tubuh, duri sengatnya akan menempel pada tubuh si penganggu . Lebah segera mati setelah menggunakan sengatannya. Mereka umumny hewan tenang dan tidak agresif . Lebah akan memakai racun dalam sengat mereka sbagai pilihan terakhir untuk mempertahankan diri dan sarang mereka ..

    Tawon: tawon mampu menarik sengatnya dr abdomennya sehingga mereka bisa menyengat berkali2 . Tawon merupakan predator yg secara alamiah lebih agresif . Jika anda diserang tawon yg dekat dengan sarang, ia akan melepaskan feromon yg memberi tanda pada temannya, yg kemudian mereka akan keluar menyerang anda .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Tentang Maskot Ditjen Pajak at Elam Sanurihim Ayatuna.

meta

%d bloggers like this: