The Blue Umbrella (Review Film)

Jadi sebelum nonton Monster University, kita akan disuguhi film pendek berjudul “The Blue Umbrella” yang juga kualitas gambar dan ceritanya cukup baik. Bahkan saking baiknya awal-awal saya bingung, jangan-jangan saya salah nonton film. Pas tanya teman sebelah, ini ternyata film bonusnya. Hehe…

Jadi kisahnya tentang sebuah payung biru yang tiba-tiba di jalan menemukan kekasih hatinya, payung merah cantik di tengah guyuran hujan. Namun kasihannya, mereka harus dipisahkan karena para pemilik payung masing-masing yang berpisah jalan.

Seperti kebanyakan film mengharukan lainnya, sang payung biru pun tak ingin dipisahkan, ia segera melepas pegangan pemiliknya dan terbang menuju payung merah, sayangnya begitu sudah dekat, karena angin hujan yang begitu kencang, payung biru pun terhempas di jalanan. Berbagai benda lain yang melihat kisah cinta kedua payung imut tadi pun segera menolong payung biru, dari mulai pipa air, papan jalan, sampai lampu merah jalanan pun ikut membantu payung biru.

Baiklah, kita tidak akan merusak sisa film animasi pendek tanpa dialog ini. Silahkan dinikmati sendiri. Kalau nonton Monster University jangan sampai telat. Nyesel pasti kalau sampai tidak menikmati suguhan pembukanya dari film ini. Yang jelas, kalau kata teman saya, film ini mengajarkan kalau jodoh tak akan kemana…. :’)

Monster University (Review Film)

“Ini kartun ya?” kata mbak penjual tiketnya seolah tidak percaya.

Padahal untuk menonton film ini, kami yang semula bertemu di Kalibata Mall akhirnya harus meluncur kembali ke Kramat Jati melewati jalanan dan pasar ikan yang macetnya luar biasa, belum lagi panasnya yang membuat baju kami lepek. Karena sebelumnya di Kalibata Mall ternyata sedang tidak diputar filmnya. Perjuangan ini loh mbak nonton film ini!

Film Prekuel (bukan sekuel) yang sudah saya tunggu-tunggu dari bulan Januari ini berkisah tentang dua tokoh utama di film Monster Inc, yakni Mike Wazowski (Monster hijau bermata satu) dan James P. Sullivan (Monster berbulu biru) sebelum mereka bekerja di Monster Inc dan sedang berkuliah di Monster University.

Dimana Monster University adalah Kampus terkenal di dunia monster (Seperti Harvard lah kalau di dunia manusia) dan jurusan yang paling diminati adalah Jurusan Menakuti yang lulusannya sebagian besar akan menjadi Monster Menakuti yang bekerja mengumpulkan tabung energi menakuti. Di jurusan ini, yang dipelajari adalah teknik-teknik menakuti dari mulai mengenal orientasi takut anak dan berbagai teknik yang pas dipakai untuknya.

Namun sayang, saat ujian tes semester pertama, Mike dan Sullivan bermasalah dengan dekan mereka sehingga mereka gagal di tes dan harus keluar dari jurusan ini. Keduanya masuk jurusan lain, yakni jurusan tabung menakuti yang membosankan.

Tapi, cita-cita mereka tak pernah padam. Mereka mengikuti perlombaan menakuti yang diadakan Dewan Mahasiswa Monster University. Bahkan Mike sempat menantang dekannya dulu jika ia menang dalam perlombaan ini, ia minta dekannya memasukkannya kembali ke dalam jurusan menakuti. Padahal regu lomba mereka hanya terdiri dari monster-monster ceria yang tak memiliki satupun kemampuan menakuti.

Namun, berkat kerja keras dan semangat mereka yang tak pernah padam, regu lomba mereka pun sampai pada final dan memenangkan lomba. Sayangnya Sullivan di final ternyata melakukan kecurangan yang membuat regu mereka menang lomba. Belum lagi keduanya yang menerobos pintu ke dunia manusia tanpa izin. Akhirnya Mike dan Sullivan dikeluarkan dari Monster University.

Tapi, lagi-lagi semangat itu tak pernah padam, setelah dikeluarkan dari Monster University, mereka bekerja di Monster Inc sebagai Petugas Surat yang kemudian semakin lama mereka dapat kesempatan untuk bekerja sebagai Monster Menakuti.

Pokoknya seru deh nonton film garapan disney dan pixar ini, lucu, mengharukan, dan gambar animasinya yang begitu bagus. Gak nyesel kalau yang mau nonton. Recommended!

 

Book Launch at Central Park

Setelah kemarin Pulang ke kampung halaman, setiba di Jakarta, tepatnya di stasiun senen, habis sholat jumat saya segera mencari taksi, menuju ke Central Park. Belum makan siang, apalagi mandi.

Ini semua akibat Masinis kereta sial yang tidak bisa ngebut, yang harusnya di tiket sampai di jakarta pukul 10 pagi, malah molor dua jam sehingga baru sampai jam 12 siang. Kalau rencana sesuai jadwal harusnya saya bisa sholat jumat di sekitar Central Park, sekalian mungkin makan dan juga mandi.

Taksi yang saya tumpangi pun disuruh ngebut, bahkan sempat menabrak mobil lain. Untung gak ada yang lecet mobilnya. Hingga sampai di Central Park pukul setengah dua. Saya segera menemui adik saya yang bawa baju ganti. Maklum baju yang saya bawa habis. Hehe…

Setelah itu, pukul dua tepat baru saya dan adik ikut acara Book Launch yang menghadirkan Penulis Buku Debby Widjaja dan Motivator Wanita yang terkenal, Merry Riana. Sebenarnya saya tidak terlalu tertarik book launchnya, cuman penasaran dengan Merry Riana nya. Soalnya seminar beliau ini mahal kalau diikuti. Jadinya mumpung ada acara gratisan ya saya ikuti.

Buku yang di-launching kali ini buku “Follow @MerryRiana”-nya Debbie Widjaja yang berisi kisah tentang seorang gadis yang berubah hidupnya karena terinspirasi dari Merry Riana ini. Saya sudah baca dan memiliki bukunya sebenarnya. Hanya saja, karena hobi saya yang beli buku bajakan, makanya buku yang saya miliki itu juga bajakan. Jadilah saya suruh adik saya itu beli lagi buku aslinya dua, satu buat saya, satu buat dia untuk nantinya kita mintakan book signing dari Penulisnya juga sekalian dari Merry Riana-nya. Jadi total di rumah kita ada tiga buku yang sama. Haha…

Karena ini launching buku inspirasi, makanya acaranya juga cukup menginspirasi. Selain itu juga banyak sharing-sharing masalah dan impian masing-masing. Setidaknya banyak pelajaran yang saya dapat dari acara tersebut.

Puncaknya pun book singing, saya dan adik sempat juga minta foto. Walau saat itu saya lupa kalau datang belum mandi tetap asyik aja minta foto. Toh kedua pembicara itu nggak komplain kok. :p

Habis itu, pulang ke rumah. Melepas lelah setelah semalaman kemarin di kereta, dan tidak pula lupa membuat mimpi, yakni tidur… Hehe…

Foto dengan Merry Riana (blazer merah) dan Debby Widjaja (cardigan biru)

Acara Book Launch nya ramai…

Book Signing

Tiga buku yang sama di rumah, tebak hayo mana yang bajakan 😀

Pulang…

Seminggu kemarin saya pulang ke kampung halaman, di Purwosari, Kabupaten Pasuruan, perbatasan dengan Malang sekalian mengantarkan nenek yang sudah sepuh kembali ke rumahnya.

Hanya empat hari di rumah nenek. Empat hari yang hanya saya habiskan mencicipi berbagai makanan yang tak saya temukan di Jakarta, seperti mie pangsit tiga ribuan, kupang, bakso malang, rujak cingur, angsle, dan banyak lagi.

Setelah puas, makan selama empat hari itu, saya kembali pulang. Naik kereta ekonomi Matarmaja dari Stasiun Malang, setelah siangnya iseng-iseng muter-muter nggak jelas di Malangnya. Namun sayang, di kereta tidak ada cewek cantik yang bisa diajak kenalan #ehh

Sampai di Stasiun Pasar Senen Jakarta pun telat, yang harusnya Pukul 10.00 pagi sampai, malah ngaret sampai kurang lebih Pukul 12.00 siang, tepat saat azan sholat Jumat berkumandang.

Sholat Jumat di masjid dekat Stasiun Pasar Senen. Sholatnya ramai sampai ke jalan raya. Dan saya pun kebagian tempat solat di jalan raya itu.

Saya dulu pernah pas ikut demo sempat beberapa kali sholat di jalan raya. Tapi nggak pernah solat Jumat. Dan itu sumpah, itu panas banget, saya lupa kalau solat jumat itu ada khotbahnya, lama sekali dijemur di tengah terik matahari.

Setelah itu, saya menuju central park, ada acara di sana. Lupakan soal mandi. Toh tanpa mandi saya masih terlihat tampan :p

Selesai acara baru pulang deh ke rumah…

Tapi, baru sempat buka lagi wordpress malam ini. Kangen euy 😀

 

infliction

Entahlah, sudah beberapa bulan ini saya terpuruk. Tapi, bukankah terpuruk yang terbaik adalah tidak mengeluh, tetap berusaha (walaupun pura-pura) untuk tetap terlihat bahagia, tetap berpikir positif, tetap bersyukur untuk setiap keadaan.

Namun, saya sedang capek, mungkin badmood. Pertanyaan yang sering menggelayuti hari-hari belakangan ini adalah; apakah ini takdir ujian yang memang harus saya jalani, atau jangan-jangan ini merupakan hukuman kehidupan.

Saya sudah mencoba menampik rasa ini, tidak menghiraukan pemikiran-pemikiran tentang hukuman ini. Siapa yang dapat menentukan suatu takdir itu ujian atau hukuman. Lagipula kenapa harus dihukum, memangnya saya salah.

Salah karena telah pergi dari suatu tempat yang rentan membuat kesalahan. Mencari zona nyaman dengan belajar menjadi kacung negara setelah sebelumnya begitu lantang meneriaki kebobrokan mereka. Idealis yang oportunis.

Tidak, tidak idealis, karena nyatanya masih takut untuk hidup susah, dimusuhi banyak orang, bahkan dikhianati teman sendiri.

Walau, teori mengatakan justru dengan begitu akan terlatih. Mungkin benar, karena nyatanya saya lebih bisa untuk susah, bermusuhan dengan banyak orang, bahkan tidak sepenuhnya percaya teman baik. Tapi, latihan itu melelahkan, ada harga yang harus dibayar, tidak gratis. Latihan yang menyebabkan ada ruang sedih berlarut-larut, cinta-cinta yang tak terbalas, dan tatapan mata tajam yang menusuk.

Salah kah jika sekarang saya cukupkan hingga di sini. Saya mungkin tak bisa dan tak ingin menjadi Tan Malaka yang berpindah dari satu penjara ke penjara lainnya. Atau menjadi Soe Hok Gie dan Ahmad Wahib yang mati muda. Atau Kartosuwiryo yang mati di tiang gantung oleh saudara seperjuangannya dahulu. Terlalu tinggi, bahkan terlalu naif mencapai idealisme tanpa harus melewati getir-getirnya.

Biarkan saya menjadi orang “normal” lainnya, jangan hukum atas pilihan ini. Menjalani hidup biasa saja. Walau masih menyimpan dendam idealisme. Saya bukan hendak melarikan diri, tapi sedang butuh istriahat. Tarik kembali ke jalan itu jika saya telah siap kembali.

Amin…

Pameran Waralaba dan Pameran Baju

Kayaknya akhir-akhir ini saya seringkali ikut pameran, mengisi waktu libur yang semakin tidak jelas ini. Hehe…

Dari sebelumnya yang saya ikut pameran makanan dan fashion di Kelapa Gading, kemarin saya sempat ke dua pameran di JCC (31/05), yang satu pameran Franchise (waralaba) dan satu lagi pameran busana islami. Keduanya sebelah-sebelahan.

Awalnya mau lihat pameran Franchise saja, soalnya rencana dari dulu ingin bikin usaha, tapi bingung mau bikin usaha apa karena masih sedikit referensi, pernah usaha pulsa dan jilbab dulu (beneran ini lohh) cuman terhenti karena sering bermasalah. Nah, alhamdulillah di pameran ini jadi kaya referensi kembali. Cuman kembali bingung karena kebanyakan referensi. Hahaha…

Oh ya, nama pamerannya Internasional Franchise, License & Business Concept Expo & Conference (IFRA). Iya, internasional, karena selain diadakan di Indonesia, diadakan juga di beberapa negara lainnya.

Ada juga areal khusus waralaba dari luar negeri. Saya pernah nyasar ke sini, dan kaget, kok semua tiba-tiba pada sok-sokan pakai bahasa inggris sih? Eh, ternyata memang areal khusus waralaba luar negeri. Hehe…

Masuk ke sini kita harus registrasi dan nantinya akan dapat name tag yang ditunjukin ke security nya.

Ini name tag saya… (Nggak penting banget, hehe…)

Tidak terlalu ramai sih, soalnya datang pas hari jumat…

Schedule acaranya…

Kalau ini Franchise dari Luar Negeri, dari Brunei yang jualan Ice Bubble…

Awalnya sih rencana cuman ingin datang ke pameran waralabanya, eh, ternyata sebelah ada Indonesian Islamic Fashion Festival 2013. Dan untuk pemegang Kartu BRI itu Free Entrance. Kapan lagi kan gratisan? 😀

Ya sudah deh, habis pusing mikir berbagai angka-angka usaha waralaba, mari kita cuci mata. Soalnya di sini banyak yang bening-bening jeng, pembeli sama penjualnya sama-sama bening dan fashionable. Haha…

Tapi saya sarankan bagi yang menganut asas kehematan paling utama, jangan ke sini. Mahal-mahal loh jeng, bajunya rata-rata di atas 500 ribu, bahkan banyak yang harganya jutaan. Saya suka sebuah gaun, pas dilihat bandrolnya ternyata 6 juta.

Entahlah saya tidak mengerti kebanyakan logika cewek-cewek ini atau mungkin saya yang terlalu simple membeli pakaian. Haha…

Baru masuk pintu masuk saja sudah dipamerkan pakaian-pakaian cantik dari butik-butik terkenal (walau saya sih nggak tahu tuh nama-nama butiknya)

Ramai jeng, padahal mahal-mahal loh, (walau gak seramai di tanah abang atau cipulir) hehe…

Selain itu ada Fashion Show nya juga. Kalau ini tidak diragukan kebeningannya. Haha…

Baju-baju dari butik, cantik sih, cuman… 😀

Tapi sayang, kalau ada yang ikut berkunjung, kedua pameran ini berakhir hari ahad kemarin. Mungkin tahun depan ada lagi 🙂
nb: Foto-fotonya jelek soalnya cuman pakai hp 😀