Percayalah

la haula wala quwwata illa billah :’)

Shahfira Alif

Bahwa Allah takkan mungkin menyia-nyiakan hamba-Nya.
Percayalah.

Ia takkan mempersulit hamba-Nya yang justru berusaha mempermudah.
Percayalah.

Bisa jadi, ini hanya keburaman sesaat. Mata manusia memang payah, tak mampu ia menjangkau apa yang Allah siapkan. Tak bisa ia mencerna pada apa yang Allah hamparkan.
Tapi percayalah, percayalah,
Allah takkan menyia-nyiakan hamba-Nya.
Ia pasti akan memberikan jalan.
Percayalah..

View original post

Advertisements

Scrambled Questions

Bismillahirrahmanirrahim…

Tiba-tiba mbak Haya Najma alias mbak Filly ngasih PR di wordpress. Entahlah apa untungnya mengerjakan ini. Haha… Tapi, nggak apa-apa lah buat iseng-iseng sejenak…

Part I: Pertanyaan dari Mbak Fathia (entah ini siapa)

1. Nambah atau ngurangin timbunan buku

Nambah, biar pas teman-teman main ke rumah itu kelihatan pinter, banyak baca, dan sebagainya… Hahaha..

2. Pinjam atau beli buku

Beli, tapi kalau mendesak pengen baca dan lagi nggak ada duit ya terpaksa pinjem…

3. Baca buku atau nonton film

Baca buku, soalnya satu buku yang harganya satu film bisa lebih lama dinikmati dan dibaca berulang-ulang. (Kapitalis banget) Tapi, kalau ada yang bayarin nonton sih lebih suka nonton. Hehe…

4. Beli buku online atau offline

Offilne, lebih asyik dinikmatinya, apalagi yang hobby baca sambil tiduran kayak saya…

5. Buku bajakan atau ori?

Sialnya kok ada pertanyaan kayak gini -__-“. Ok, ngaku, bajakan…

6. Gratis atau diskonan?

Gratis dong…

7. Beli pre-order atau menanti dengan sabar?

Saya ini cowok setia, jadinya selalu menanti dengan sabar…

8. Buku asing (terjemahan) atau lokal?

Lokal. Kalau terjemahan kadang banyak yang terjemahannya tidak bagus, jadinya kurang suka aja. Paling baca inggris aslinya, tapi ini jarang banget loh…

9. Pembatas buku penting atau biasa saja?

Biasa aja. Lagian saya juga sering menghilangkan pembatas buku. Lebih suka ngelipet-ngelipet justru kalau selesai baca. Lebih alami dan efisien…

10. Bookmarks atau bungkus chiki?

Maksute opo tho? ra mudeng…

Extra Questions

1. Jalan sendiri atau ada yang nemenin(bisa juga suami, anak)?

Sendiri lebih bebas… *Lagian single itu mau ngajak siapa? -_-”

2. Prefer tidur siang atau tidak

Tidur, tidak boleh mezalimi diri sendiri…

3. Highheels-wedges atau flat shoes?

Dari sudut pandang saya yang cowok, bagusan Highheels 😀

4. Kue talam atau rainbow cake?

Belum pernah nyoba rainbow cake. Maklum nggak ada yang pernah ngasih… #SemacamKode

5. ATM atau cash?

Sama dengan mbak Najma, banyakan yang mana, isi ATM atau Cash…

Pertanyaan lain:

1. Westlife, Suju, atau SM*SH?
Westlife lah, nggak suka cowok cantik…

2. Gunung, gurun, hutan, atau pantai?

Hutan, tapi hutan asli, bukan hutan kota…

3. Olahraga apa yang (bisa) kalian minati?

Olahraga senam jari di HP atau Keyboard…

4. Mars, Venus, atau Saturnus?

Kalau kata John Gray, Man are from Mars…

5. Bad habit apa yg kalian tahu tentang saya?
Soal siapa ini?? Mbak Najma? Ndak kenal! Haha… Cuman kenal di wp aja…

Part II: Pertanyaan dari Mbak Afin (Ini siapa lagi)

1. Beres-beres  atau masak?
Masak terutama masak air…

2. Coklat atau Es krim?

Hmm… Dua-duanya bikin gendut, tapi lebih low Es krim kayaknya. Ok, es krim aja…

3. Komik atau novel?

Kalau baca dua-duanya, kalau beli ya novel. Lebih hemat…

4. Jadi full ibu rumah tangga atau ibu pekerja (kantoran)?

Ibu-ibu pengajian…

5. Deskripsikan saya dalam satu kata

Mbak Najma kan? Udah dibilang di atas, unidentified 😀

Pertanyaan tambahan dari Mbak Najma buat yang selanjutnya harus ngerjain!

1. Pilih calon pasangan Dokter atau Engineer?

Dokter, biar bisa mengobati hati. #Gombal

2. Travelling dalam atau luar negeri?

Pengen ke luar, tapi sementara dalam negeri dulu sampai ada uangnya. Hehe…

3. Nasi atau mie?

Mie, kebanyakan nasi bikin diabetes…

4. Milih ngebolang pake sepeda atau jalan kaki?

Jalan kaki, pakai sepeda ribet…

5. Nikah muda atau lebih dari sama dengan 25 tahun?

Nikah muda (kalau laku) amin…

Extra Pertanyaan lagi

1. Blackberry atau android?

Android. Tapi punyanya blackberry -_-

2. Nikon atau Canon?

Canon kayak merk printer saya… (Beda konteks)

3. Kucing atau Kelinci?

Kelinci, dagingnya lebih enak, apalagi kalau dibikin sate…

4. Drama korea atau jepang?

Jepang, ceweknya nggak plastikan…

5. Bus atau kereta api?

Always kereta….

***Ok, kayaknya cukup sampai di sini saja, saya nggak mau menzalimi orang lain dengan ngasih tugas beginian… Hehe… 😀
***Eh, tapi kalau ada yang mau iseng ngerjain soal-soal di atas monggo 😀

Setulus apakah mencintai ilmu?

Kemarin ada seorang teman saya yang jurusannya akuntansi meminta diajarkan soal-soal koreksi fiskal, salah satu hal yang harusnya menjadi keahlian saya setelah dulu dijejal dengan berbagai pengetahuan mengenai ini.

Untungnya soal-soal yang ditanyakan tidak terlalu susah. Tapi, saya sempat beberapa kali googling mengenai hal yang saya lupa.

Nah, setelah membantu dia ini, saya jadi merenung. Soalnya tidak hanya kali ini saya membantu teman-teman lain menjawab pertanyaan soal pajak atau akuntansi. Dan kenapa selalu saja ada hal-hal yang saya lupakan. Padahal harusnya ini melekat dengan tuntas. Bukan ilmu tambahan, tapi ini ilmu wajib. Selain itu, saya sudah sering mengulang-ulang pelajaran yang dulu diberikan. Namun tetap saja banyak yang hilang.

Ini mengingatkan pada saat dulu saya di kampus. Seorang pejabat eselon II Kemenkeu yang waktu itu menjadi pengisi seminar, tiba-tiba menanyakan beberapa pertanyaan kimia dan fisika dasar yang harusnya sudah kami dapatkan saat SMA dulu. –Sudah menjadi rahasia umum walau kami sekolah akuntansi, tapi sebagian besar dahulunya jurusan IPA sewaktu SMA-nya termasuk saya–.

Telak! Tidak ada satu pun yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan beliau, padahal kami rasa itu mudah, bahkan semua materi pertanyaannya didapat di SMA kelas satu, hanya saja kami lupa atau lebih tepatnya melupakan materi-materi tersebut. Hehe…

Kami mungkin bisa beralasan kalau bidang yang kami geluti sekarang sangat berbeda sehingga boleh saja kami lupa.

Tapi siapa sangka, pejabat yang hampir mau pensiun ini yang telah lama sekali berkutat dengan masalah akuntansi, ekonomi, hukum, bahkan politik ini dan jauh sekali dari bidang sains ini dengan gamblang menjawab setiap pertanyaan-pertanyaan itu bahkan menjelaskan rinci tentang materi-materi sainsnya.

No Excuse untuk masalah bidang sekarang!

Lanjut pejabat Kemenkeu itu, “Kenapa lagu-lagu atau doa-doa saat kita TK dahulu kebanyakan atau bahkan hampir semua masih kita ingat? Kuncinya satu, waktu itu kita senang mempelajarinya, kita mencintainya. Tak ada keterpaksaan. Sama waktu SMA, saya juga berusaha mencintai pelajaran-pelajaran yang guru saya berikan saat itu. Hingga sampai sekarang masih tersimpan jelas di kepala saya”

Kuncinya senang dan mencintai. Tak ada keterpaksaan.

Ah, mungkin dahulu belum begitu tulus belajar. Masih terpaksa oleh nilai-nilai di atas kertas.

**Kembali me-recovery niat tulus untuk belajar…. 🙂

Bahkan dulu sebelum mulai jam kuliah masih sempat foto2, bukannya belajar.. Hihi….

Lil Sista…

“Yahh… air ketuban mama pecah” kata mama saya sambil santai seolah-olah hanya ada air putih tumpah saja.
Saya yang lagi menikmati berbaring di bangsal klinik Ibu dan Anak itu langsung bangkit dan panik mencari suster dan dokter ke sana kemari. Setelah ketemu dokternya. Mama ngomong, “Telpon bapak ya lam” sambil lenggak-lenggok santai menuju ruang persalinan. Saya segera menghubungi suami mama saya ini, alias bapak saya. Eh, ternyata bapak saya ini lagi ada kerjaan penting. Jadi katanya agak lama sampainya.
Batinku, “Kok pada santai tidak peduli gini sih?”. Atau saat itu saya yang terlalu panik? Entahlah, haha…

Setelah lahiran anaknya alias adik saya, Mama saya yang masih lemah terbaring pelan berbisik, “Kok hawanya dingin ya?”. Saya panik lagi, langsung ngomong ke dokternya kalau mama saya merasakan dingin. “Owalah, ini ac-nya terlalu rendah kali” sambil mainin remote ac-nya dokternya santai sekali. Padahal saya pikir itu karena apa.

Adik saya yang baru lahir itu, berjenis kelamin perempuan, badannya kecil. Kata dokternya memang beratnya di bawah normal. Tapi wajahnya tampak tenang. Hanya saja saya lupa menyimpan foto bayinya dimana. Hehe…

Dahulu, saya pikir adik saya yang terakhir itu akan sama dengan adik saya kedua yang juga perempuan. Sama-sama pendiam. Tapi, semua berubah ketika negara api menyerang ternyata besarnya aktif sekali. Banyak bergerak, banyak ngomong, cerewet sekali. Haha…

Jadi ingat pas dulu SMA pernah ada acara ke panti sosial buat anak-anak balita terlantar,  dan ada teman saya perempuan cantik lagi manis yang kelihatan suka sekali main dengan anak-anak tuyul itu padahal adiknya sudah ada tujuh! Saya bertanya sebuah pertanyaan bodoh, “Memangnya tidak bosan apa bertemu anak-anak kecil terus, bukannya di rumah sudah banyak anak kecil?”. Jawabnya, “justru karena sering bermain dengan anak kecil, makanya suka sekali dengan anak kecil”.
Waktu itu saya hanya meng-ooh kan saja, karena belum betul-betul memahami, apalagi pertanyaan saya hanya buat PDKT saja, hehe….
Baru setelah punya adik kecil ini saya paham, justru karena adik kecil ini saya jadi suka sekali anak kecil, apalagi kalau lapar.

Saya menikmati sekali mengantar dia sekolah, mendengar cerita-ceritanya, menemani tidurnya dan sebagainya…

Mei…nikah

“Lam, ada nomor dosen etika profesi tidak?” tanya teman perempuan saya yang dulu sekelas pas kuliah.
“Nggak ada, memangnya kenapa?” saya malah balik bertanya.
“Nggak, cuman ada urusan bisnis” jawabnya.
Baru beberapa hari kemudian saya tahu yang dimaksud bisnis keluarga. Hehe…

Teman saya ini setelah bertanya kesana-kemarin akhirnya berhasil menemukan nomor dosen etika profesi itu. Tapi, ternyata jawaban yang didapat ibu dosen itu tidak memuaskan. Dan teman saya ini pun kembali meng-sms saya.

“Lam, kalau belum penempatan sudah diperbolehkan nikah belum sih?” tanyanya.
Hah? Mau nikah? Batin saya. “Boleh kok cha, banyak kakak tingkat yang sudah menikah kok sebelum penempatan”
Kemudian saya pun juga mencari nomor hape kakak-kakak tingkat yang sudah menikah itu untuk dijadikan tempat konsultasi olehnya.

Akhirnya, teman saya ini pun menginfokan hari lamarannya, persiapan pernikahannya, hingga hari pernikahannya.
Ini pernikahan pertama kelas kami dan angkatan kami. Maka, dibela-belakan beberapa dari kami untuk menghadiri pernikahannya. Dari banyak kota berdatangan, bahkan ada yang dari lampung. Menuju tempat pernikahannya di Magelang.

Saya yang juga sudah suntuk di Jakarta pun juga ikut-ikutan pergi, sekalian jalan-jalan, hehe…

Bahagia sekali ketemu dengan teman alay kami yang sudah menyempurnakan separuh agamanya. Menikah dengan seorang polisi yang insyaallah akan selalu mengamankan hatinya.

Barakallah Catur Fidiyanti Alex….


Mempelai laki-lakinya lagi kemana nih??? Hehe…

Sudah pada tua, tapi alay-nya tidak hilang-hilang 😀

Lagi menunggu foto-foto dulu….


Sekalian acara reunian di acara pernikahan orang, hehe…

We’re here on this Special Day
Our hearts are full Of pleasure
A day that brings the two of you
Close Together
We’re gathered here to celebrate
A moment you’ll always treasure
We ask Allah to make your love
Last forever
Let’s raise our hands and make du’a
Like the prophet taught us (Maher Zain-Barakallah)

“Mei….nggalau…

Bulan mei adalah bulan kedua saya libur panjang. Dan sebagaimana libur-libur lain, harusnya diisi dengan hati yang senang. Tapi, kenapa, banyaknya hal-hal yang mengganggu hati membuat libur kemarin kurang berhasil dinikmati. Entah suasana yang sedang tidak mendukung atau hati saya yang sedang compang-camping

Untuk itu, demi meminimalisir hal ini. Saya iseng beli tiket kerete api di minimarket indomart tujuan ke salah satu daerah terpencil di jawa. Sekalian mau berkunjung ke pernikahan teman kuliah dulu yang akan menjadi pernikahan pertama se-angkatan. *Nyari-nyari aja alasan buat bisa jalan-jalan. Hihi…

Selain itu juga, sabtu-minggu juga ada acara hura-hura ke puncak. Jumatnya juga mau nonton Iron Man 3.

Semoga awal mei ini akan menjadi ajang liburan berhura-hura yang menyenangkan. Mengurangi hal-hal yang tak mengenakan hati dan pikiran…

Oh ya, awal mei juga ada Hardiknas ya? Selamat Hardiknas deh bagi yang merayakan.

Jadi ingat, Hardiknas tiga tahun yang lalu. Ada kamu loh di aksi bersama yang kedua dan terakhir kita.

Lupakan! 😀