Selamat Setahun

Tepat setahun lalu, kita bertemu.

Di tengah hujan rintik-rintik penada bulan penghujan Desember, kita membawa kisah petualangan masing-masing. Bercerita kemana saja, dengan siapa, bagaimana prosesnya, apa hasilnya, hingga akhirnya setelah tiga setengah tahun lamanya bisa kembali duduk bertatapan satu meja. Saling memandang, saling mengagumi, lalu mengulang saling jatuh cinta.

Kita mungkin tak perlu pertemuan seperti Rangga dan Cinta yang tiba-tiba bertemu di kota lain secara kebetulan, atau pertemuan tabrakan tidak sengaja di jalan ala-ala sinetron FTV tengah malam. Pertemuan kita sederhana, direncanakan kita berdua, namun dirancang tindak lanjutnya oleh semesta.

Semesta yang kemudian bekerja mempersatukan dalam takdir yang telah tertulis jauh-jauh hari dalam kitab-Nya dalam rentang waktu yang tidak lama. Dengan segala kesungguhan kita akhirnya menikah. Tanpa banyak kata, tanpa banyak alasan, tanpa banyak drama, namun penuh kegembiraan.

Hingga kemudian, kita mengikat diri dalam suci, dalam ucapan yang tak lebih dari satu menit dengan perjanjian berat yang membahagiakan. Menyelesaikan kisah yang bertahun-tahun dulu mengambang dengan segudang tanya yang kini telah terjawab semua.

Kemudian memulai lembaran baru, dari halaman satu yang katamu tidak boleh terlipat. Kalaupun ingin dijeda harus dengan pembatas yang bagus agar tetap rapi. Dan aku pun juga ingin menyelesaikannya dengan rapi pula denganmu. Tanpa lipatan apalagi sobekan. Menyelesaikan dengan alasan yang memang telah habis lembarnya.

Kwitang, 13 Desember 2016

Tepat setahun yang lalu kami bertemu kembali.

 

img_20161010_155429-1