September

Tak terasa sudah bulan ke sembilan di tahun ini. Entah waktu yang terlalu cepat atau saya yang terlalu sibuk sehingga tidak sadar waktu telah berlalu begitu lama. Namun Sepertinya saya yang alay sehingga lupa waktu di dunia yang ‘katanya’ hanya senda gurau.

Selamat datang september ceria, semoga selanjutnya makin ceria. Seperti kata orang-orang dahulu, bulan-bulan yang berakhiran “-ber” akan sering diliputi keberkahan hujan.

Btw, gimana kabar dunia blog? Semua baik-baik saja kan? Kamu baik-baik saja kan?

Aku rindu.

Cerita Empat Bulan

Semenjak menginjakkan kaki di kantor baru ini, saya jadi malas menulis di WP. Mungkin karena berbanding lurus dengan malasnya saya membaca.

Entahlah, setiap kali pulang, rasanya hanya ingin memeluk guling dan tidur. Kemudian bangun keesokan paginya dan berangkat lagi ke kantor. Begitu setiap hari senin hingga jumat. Karena terjebak rutinitas itu, setiap ada hari libur saya habiskan main di luar, jalan-jalan ke kota lain atau hanya keliling-keliling ibukota. Kadang pula dihabiskan berorganisasi dan bertemu teman-teman. Habislah waktu saya setiap hari. Tidak sempat nge-WP. Jangankan nulis di WP, baca buku saja mulai jarang.

Gini ya rasanya kalau udah jadi orang dewasa, dihabisi oleh waktu. Saya berasa tua lebih cepat. Haha…

Saya bukan tak menikmati di kantor baru ini yang sudah empat bulan menjadi tempat bernaung saya. Menikmati banget malahan. Hanya saja, kadang saya rindu untuk bisa bebas seperti zaman nganggur dulu. #ehh 😀

Tapi mungkin ini tantangan dari Tuhan untuk saya, belajar bagaimana mengatur waktu…

Okelah, saya mulai bertekad harus menyempatkan diri untuk nge-WP. Mulai dari hari ini, mulai menulis kembali.

Sebaiknya dimulai dari menulis hal-hal menarik di kantor selama empat bulan menghilang dari WP ini. 🙂

****

Tapi, apa yang menarik ya? Haha…

Pertama, saya baru tahu kalau di kantor ada perpustakaan yang nyamannya minta ampun. Kalau lagi suntuk bisa datang ke sini dan tidur, eh, maksudnya istirahat. Tapi sayang bukunya tidak selengkap yang saya perkirakan. Tapi semoga saja lambat laun ada perbaikan sehingga tidak hanya nyaman, bukunya juga lengkap.

Kedua, ada masjid yang juga sama nyaman dan dinginnya. Jangan sekali-kali sholat di sebelah AC-nya kalau nggak mau menggigil kedinginan. Dan juga di masjid inilah banyak kajian. Lumayanlah menambah ilmu agama di tengah penatnya kehidupan.

Lalu, di kantor juga sering ada acara, entah itu bazar, pameran, seminar, bedah buku, atau bahkan pentas seni.

Pernah suatu saat dipaksa oleh Ibu bos buat ikutan jadi grup vokal direktorat saya. Waktu itu yang berhasil dipaksa hanya tujuh orang. Sudah cuman bertujuh, waktu latihan juga mepet, dan kemampuan yang berbeda-beda, jadilah penampilan direktorat kami seperti apa adanya. Padahal direktorat lain personilnya ramai-ramai bahkan sampai satu direktorat diikutkan. Ada juga yang bahkan mengundang pelatih dari Twilight dan Purwacaraka.

Matilah kita di panggung saat itu yang disaksikan banyak orang dan beberapa direktur. Haha… Tapi, walau tidak menang, setidaknya kami menikmati kebersamaan dan baju batik gratisnya #ehh

Kemudian, berkat kantor pula saya bisa menikmati rafting sungguhan di sungai. Saya pernah sih, naik perahu karet, tapi itu saat banjir dulu. Haha…

Yah, tapi kantor juga yang masih memberi ruang saya untuk menikmati masa muda dengan karokean dan main kartu uno. 😀

Memang sih, selain hal-hal menyenangkan, ada juga hal tidak menyenangkannya, tapi kan kita selalu berusaha “love our work and work our love”

Okelah sekian untuk sekarang, mungkin lain kali bisa ditulis hal lain 😀

Oh ya, sempat alay juga sih di kantor. Hehe 😀

Selamat Satu Tahun WP ku :)

Sebulan ini saya agak jarang nge-blog, selain karena sibuk sebagai pegawai baru (ciee… sok sibuk), koneksi internet pc juga sebulan ini hidup mati. Tapi alhamdulillah, bener lagi beberapa hari ini. Jadi mohon maaf kalau jarang main ke WordPress kemarin-kemarin.

Eh, iya, tadi pagi sebelum melawan macetnya Jakarta, sempat main ke WP bentar, dan dapat notif kalau hari ini Blog WordPress saya berulang tahun pertama. Wah, gak terasa sudah satu tahun blog ini menemani saya galau, mengajari menulis, dan berkenalan dengan banyak orang, khususnya para blogger2 keren di WP.

Thanks berat WP, semoga hubungan kita langgeng yaa… :*

Terus saya juga sekalian minta maaf kalau ada salah-salah selama saya berkenala satu tahun ini di WP… 😀

**Udah sih, gitu aja tulisannya 😀

Karena Kau Terlalu Baik…

Dahulu, saya percaya, alasan “Karena Kau Terlalu Baik” itu salah satu alasan terbodoh yang pernah ada untuk menolak cinta. Bagaimana mungkin ketika ada orang yang begitu amat baik menyatakan cintanya ditolak karena kebaikan yang ada pada dirinya. Bukankah seharusnya orang-orang baik ini diterima cintanya karena setiap orang pasti menginginkan kekasih hatinya seorang yang begitu amat baik? Lalu kenapa ada orang-orang yang begitu bodoh mengatakan alasan seperti itu?

Namun, seiring waktu, saya paham kalimat ini. Ini mungkin salah satu keajaiban cinta. Bahwa ini bukan sesuatu yang bodoh. Dan benar adanya, ketika terkadang kita harus menolak seseorang karena ia Terlalu Baik.

Terlalu baik inilah mungkin yang menjadi sisi lain dari cinta untuk menolaknya. Ia terlalu baik untuk mencintai seorang yang tidak lebih baik darinya. Ia punya kesempatan yang lebih baik untuk dapat yang setara kebaikannya atau bahkan lebih. Bisa jadi, cintanya didapat dari penglihatan luar yang tak pernah tahu sisi keburukan yang dicintainya. Atau mabuk asmaranya yang begitu bodoh sehingga mempersiapkan diri untuk menerima orang buruk yang dicintainya.

Dan kasihan terhadapnya menjadi alasan kemudian harus ada penolakan karena ia terlalu baik.

Sama juga mungkin ketika ada penolakan karena ia terlalu cerdas, terlalu kaya, dan sebagainya. Ia punya kesempatan untuk mendapatkan yang lebih baik. Dan akan ada penolakan dari orang-orang yang mencintainya juga. Bukan menolak karena jahat, bukan. Tapi kasihan karena ia punya kesempatan lebih baik.

Tentu bukan cerita cinta menye-menye yang kita bahas di sini, tapi jauh dari itu, cinta yang jauh, membumbung tinggi ke angkasa…

 

***Pengen nulis yang ringan-ringan saja setelah lama tak bersua dengan blog ini. Hehe…

Selamat Bertugas…

Akhirnya setelah penantian panjang, besok saya resmi bertugas di Jalan Gatot Subroto, tepatnya di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Gedung Utama Lantai 9 (Katanya sih lantai 9, tapi belum tahu juga. Besok nanya satpam aja, hehe…) di Direktorat Peraturan Perpajakan I.

Setidaknya 5 hari dalam seminggu, dan 9-10 jam hidup saya (atau mungkin lebih) akan dihabiskan di tempat itu. Katakan selamat tinggal pada tidur siang, selamat tinggal pula pada acara korea sore Indosiar. Aku akan merindukan kalian. Sungguh!

Besok juga saya akan mulai secara rutin tergabung pada pasukan yang melawan macet setiap harinya.

Tapi, dari semua itu, bukankah hal yang paling baik adalah mulai melakukan aktivitas. Mulai melakukan hal yang berguna…

Selamat malam! Semoga besok adalah hari indah. Selamat bertugas pula untuk semua rekan-rekan saya di seluruh Indonesia, dari aceh hingga timika. Selamat!

 

Bandung, menghabiskan masa muda…

“Ayolah ke Dufan, kapan lagi pada bisa main bareng?”

“Gue gak bisa ikut, gue mau ke Bandung”

“Hmm…” diam sejenak. “Ya sudah, kalau gitu kita mainnya ke Bandung saja”

 

Haha… Akhirnya ujung-ujungnya kemarin kita main ke Bandung. Padahal 5 minggu sebelumnya saya sudah ke Bandung sewaktu BSMI Pusat rapat dengan BSMI Jawa Barat. Hanya saja karena agendanya memang dinas organisasi dan dibiayai oleh organisasi. Jadinya sehari semalam itu pun dihabiskan dengan rapat-rapat saja tanpa bisa main-main.

Nah, kali ini baru benar agendanya jalan-jalan. Kami berempat, saya, dua orang teman “se-ciledug, dan seorang teman dari aceh pun memutuskan untuk menghabiskan sisa-sisa hari pengangguran kami ke Bandung.

Awalnya sih mau naik travel saja, tapi salah seorang teman saya ngomong kalau naik Bus Primajasa cuman 25ribu, kami pun tergiur dan memutuskan naik bus saja.

Ehh, ternyata sesampainya di terminal Lebak Bulus nggak 25ribu, harga tiketnya 60ribu. Teman saya yang rekomendasikan naik Bus itu pun berkilah kalau harganya mungkin naik gara-gara kenaikan BBM. Tapi 25ribu sama 60ribu kan beda banyak ya -____-“

Ya sudahlah, tapi tetap saja lebih murah naik Travel Cipaganti 90ribu.

Perjalanan sekitar tiga jam yang kemudian kami pun sampai di Universitas Telkom, tempat kami akan menumpang menginap.

Iya dong, kami gak mau rugi, jadi cari tempat numpang nginap yang gratisan di kossan teman saya yang dulu pernah kuliah di Telkom sebelum pindah kuliah ke Bintaro.

Ternyata cerita-cerita kalau di Bandung nge-koss banyak yang campur itu benar ya. -___-“

Mungkin di Bandung biasa aja, tapi saya yang dulu di Depok atau Bintaro jarang liat koss campur kan agak kaget. Di depok itu kalau pun ada nge-koss campur itu bentuknya rumah petak, jadi cukup terpisah. Jarang sekali ada yang satu gedung isinya cowok-cewek. Apalagi kalau pas di Bintaro, jangankan campur, cari kos cewek aja susah. Cowok semua, haha… 😀

Saya sih untungnya berdua dengan teman saya yang cowok nginap di Kontrakan teman yang isinya cowok semua. Sementara dua teman saya yang cewek nginap di kossan teman cewek juga yang nggak jauh dari situ.

Karena agenda awalnya mau ke Dufan, maka agenda subtitusinya ya Ke Trans Studio Bandung dong. 😀

Katanya ada promo program Kartu Tanda Mahasiswa. Kalau yang punya KTM bisa hemat 30ribu. Walau KTM kami sudah kadaluarsa, tapi tetap nekad aja ikut promo KTM itu. Eh, mosok gak bisa, padahal sebelumnya kami ke monas ngaku mahasiswa pakai KTM kadaluarsa itu bisa loh… 😦

Ya sudah, akhirnya kami harus bayar seperti biasanya.

Sebagai permulaan, tentunya jangan main-main wahana yang ekstrim dulu. Pilih yang santai. Dan wahana pertama yang kami pilih wahana “Si Bolang”. Kayaknya gak terlalu ekstrim.

“Mas, ini apa?” tanya saya ke petugas.

“Mainan anak-anak sih ini”

“Oh, jadi kita gak bisa naik ya?”

“Bisa aja kalau mau” kata petugasnya sambil ngeluarin senyum kampret.

“Ya udah, kita mau naik kok”

Entahlah, saya gak tau arti senyum kampret itu. Tapi ternyata emang wahana ini anak-anak beth -_-” Cuman naik kereta sambil liat baju-baju daerah di Indonesia.

Ok sip, habis gak jelas di Bolang, kami ke wahana yang agak ekstrim, “Rumah Hantu”. Dan ini mengecewakan saudara-saudara, hantunya nggak ada yang serem. Padahal dari awal saya sudah siap-siap ketakutan. -___-“

Karena sudah kecewa dengan dua wahana ecek-ecek tersebut. Kami langsung saja ke wahana-wahana ekstrim.

Oh ya, roller coaster nya walau nggak ada puteran 360 derajat, tetap aja mengerikan. Soalnya jalannya ada mundurnya. Tapi walau begitu ya tetap aja ketagihan. Sampai nyoba dua kali.

Ada juga panjat tebing. Nah, kalau ini saran saya pilih yang angka 5, walau lebih jauh, tapi lebih gampang. Buktinya saya sampai duluan 🙂

Ada juga yang kayak 4D di gelanggang samudra, kursi kita digoyang-goyang kemudian disemprot-semprot air.

Haha… Ini yang paling lucu, jadinya kita nanti dishoot dengan latar program-program trans tv. 😀

****

Pulang dari Trans Studio, malah diajakin main lagi dengan anak-anak telkom yang kami tumpangi tempat tinggalnya. Katanya besok mereka nggak kuliah, jadi malemnya bisa main.

Kan capek ya dari Trans Studio malamnya main lagi. Tapi demi sopan santun selaku penumpang kossan. Kami pun ikut main ke salah satu rumah makan di dekat lembang. Jauh dan ngantuk.

Tapi seneng aja sih bisa main Uno malam-malam lagi rame-rame :’)

Selepas kenyang makan, langsung main lagi ke Gedung Merdeka di jalan Asia Afrika. Jam 12 malem. Ngantuk sodara-sodara.

Besok paginya pulang dah.

Tapi thanks untuk teman-teman Bandung -yang namanya belum semua saya hafal- atas segala kebaikannya di Bandung. Senang bertemu dan berkenalan dengan kalian semua 😀

My Lil Sista Birthday…

Kemarin adik saya yang terakhir berulang tahun ke-4. Si bungsu yang berbeda dengan ketiga kakaknya, dirayakan ulangtahun di masa kecilnya. Sementara kakak-kakaknya tidak pernah merayakan ulangtahunnya. Berhubung sewaktu kecil hidup kami pas-pasan, jadinya kami tak pernah diajarkan bahwa ulangtahun itu harus dirayakan. Paling kalaupun dirayakan hanya makan sekeluarga di luar dan sebagainya. Hal-hal yang biasa. Bahkan saking biasanya, saya sampai lupa sweet seventeen saya dirayakan atau tidak. Hehe…

Berhubung sekarang Alhamdulillah keluarga kami sudah berkecukupan, adik saya mendapat kesempatan merasakan nikmatnya berbagi kue ulangtahun dan mendapat berbagai kado. Beruntungnya karena hadir di dunia di saat-saat yang tepat. 😀

Kalau kata Ust Fauzil Adhim, Ulang tahun itu hanya memilihkan satu hari spesial bagi kita untuk anak. Anak jadi memiliki hari spesialnya sendiri. Dan hari spesial ini lah yang ditunggu adik saya selama berminggu-minggu lamanya.

Hari spesial yang dirayakan dengan meriah di TK-nya. Lucu liat tuyul-tuyul anak-anak itu berkumpul dan senang satu sama lain. Terus dengan tangan kecilnya saling memberi kado. Sayang masa kecil saya tak begini. Hihi…

Tapi, sudah capek-capek foto pas ultahnya pakai tablet. Eh malah tabletnya besoknya ke-reset. Adakah yang tahu bagaimana mengembalikan foto-foto di tablet yang ke-reset? 😦

Hanya foto ini yang berhasil terselamatkan 😦

http://latansaide.files.wordpress.com/2013/09/wpid-img1378547811719.jpg