Madura, tak semanis madu…

January 29, 2014 § 20 Comments

Tak manis, hanya indah…

Sebenarnya agak terlambat sih nulis ini. Soalnya ke Madura nya sudah dari libur natal kemarin. Jadi sudah sekitar sebulan lebih. Tapi tak apa, bukankah tak ada kata terlambat untuk menceritakan keindahan?🙂

Saya ke Madura hanya sehari, kurang sih, Tapi lumayan ada beberapa tempat yang dikunjungi:

a. Jembatan Suramadu

Ini jembatan terpanjang di Indonesia yang menghubungkan kota Surabaya dengan Pulau Madura, makanya disebut Suramadu. Dan jangan lupa, ini juga jembatan mahal, sekali jalan saja untuk mobil pribadi ditarik 30ribu, Padahal panjang jembatan ini hanya 5,5 km. Dan saat saya kemarin sepertinya sudah tidak boleh lagi berhenti di tengah jalan dan foto-foto. Alasannya sih agar tertib dan tidak membahayakan pengguna jalan. Sayang sekali sudah bayar mahal, tapi nggak boleh foto. Dulu pas ke jembatan itu sih pernah foto, cuman fotonya hilang kemana. Akibat lupa diupload ke FB😦

b. Api Abadi

Di Pamekasan, salah satu kota di Madura ada sebuah tempat yang apinya tak kunjung padam. Entah karena tanahnya mengandung gas atau bagaimana, saya juga gak paham. Dan kononnya, api Obor PON diambil dari tempat ini.

Tapi kalau mau ke tempat ini, jangan siang-siang, ntar jadinya kayak foto saya. Apinya tidak terlalu kelihatan. Datang malam hari saja, apinya jelas kelihatan dan cantik.

Oh ya, di tempat ini juga dijual jagung rebus/bakar yang dimasak dengan api abadi tersebut. Kalau sempat silahkan dibeli dan dinikmati🙂

c. Pantai Cemplong Sampang

Walau Sampang sering disebut dengan kerusuhannya, namun di sisi lain kota ini juga menyimpan keindahan pantainya. Kalau ke Sampang jangan lupa mampir ke pantai ini.

d. Alun-alun Kota Sumenep

Nah, di Madura, Sumenep inilah kota terbesarnya. Di pusat kotanya ada alun-alun yang seperti pada umumnya ramai jika sore hari. Dan juga tak lupa alun-alun di kota-kota di Jawa selalu berdekatan dengan Masjid Agungnya. Tepat di depan alun-alun ada Masjid Jami Sumenep yang dibangun tahun 1763 dan termasuk ke dalam golongan masjid tertua di Indonesia.

Lalu, di dekat alun-alun pula ada Kraton Sumenep II yang katanya merupakan kraton terlengkap di Indonesia. Sayangnya karena sudah sore, kratonnya sudah tutup. Jadinya hanya bisa foto di depan kraton.🙂

Yang paling mencengangkan di alun-alun ini, yaitu odong-odongnya yang gede. Entah terinspirasi dari mana orang-orang madura ini membuat odong-odong segede itu. Untung odong-odong di Jakarta gak segede itu. Bisa macet ntar…

Udah lah, itu saja sih, sedang malas menulis banyak-banyak informasi. Kalau ada yang mau ditanyakan silahkan saja😀
Oh ya, sebagai orang pajak yang cinta pajak namun tidak cinta dirjennya. Saya sempatkan foto juga di salah satu kantor pajak di Madura. Cukup foto saja di sini, jangan sampai ditugaskan di sini. Haha…

 

§ 20 Responses to Madura, tak semanis madu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Madura, tak semanis madu… at Elam Sanurihim Ayatuna.

meta

%d bloggers like this: