Coret-coretan; Solidaritas Dokter, Penghulu, dan Birokrat Kemenkeu

December 14, 2013 § 7 Comments

Beberapa waktu yang lalu para dokter di seluruh Indonesia sepakat, Mogok Nasional!

Aksi yang kemudian menelantarkan banyak sekali pasien, dari mulai pasien sakit perut hingga pasien komplikasi berat, -beberapa mungkin dikecualikan seperti pasien emergency- juga diikuti dengan demonstrasi besar-besaran oleh para dokter yang rela meninggalkan nyamannya ruang praktik mereka dengan berdiri di jalan-jalan di bawah terik matahari.

Satu tuntutan mereka; Menghentikan “kriminalisasi” tiga rekan mereka yang dianggap oleh pengadilan melakukan malpraktik terhadap salah satu pasien yang meninggal dunia.

Hampir semua dokter sekata, bahwa penyebab kematian pasien adalah risiko operasi, bukan akibat malpraktik yang dilakukan ketiga dokter tersebut. Dan vonis para hakim tersebut dianggap bodoh.

Tapi siapa peduli, banyak pasien yang terlantar…

***

Tak berbeda dengan para dokter, para penghulu di Jawa Timur pun juga sepakat melakukan mogok.

Tapi mungkin mogoknya lebih lembut. Tidak akan melakukan pencatatan pernikahan di luar jam dinas dan di luar kantor. Apalagi kalau melakukan di hari-hari libur. Jangan harap.

Hal ini pun sama, terkait kriminalisasi salah satu penghulu di Kota Kediri yang dijadikan pesakitan akibat menerima –yang dianggap kejaksaan- sebagai gratifikasi saat melakukan tugasnya sebagai penghulu.

Tapi siapa peduli, banyak pasangan yang ingin dinikahkan hari-hari libur…

***

Jelas semuanya kemudian peduli, semua masyarakat publik tahu kedua berita ini.

Kenapa?

Karena secara langsung maupun tidak langsung masyarakat menjadi korban.

Anarkiskah mereka?

Bisa jadi tidak, karena jika tak begitu, kemungkinan besar masyarakat tidak akan mempedulikan kasus kriminalisasi ini. Dan tidak akan banyak pembelaan sebab tak banyak yang tahu. Juga para pengambil keputusan tidak akan merasa ditekan.

***

Tapi yang mengesankan saya dari dua aksi di atas adalah solidaritas dan keberanian mereka, para dokter dan penghulu yang kemudian saya bandingkan dengan para Birokrat Kemenkeu.

Jauh sebelum dua kasus kriminalisasi yang disebutkan di awal, ada kisah heroik solidaritas dan keberanian para Birokrat Kemenkeu atas dua rekan mereka yang dikriminalisasi saat bertugas di KPPN.

Hampir semua sepakat jika yang dilakukan keduanya bukan maladministrasi, tapi penipuan negara oleh orang lain. Keduanya menjalankan Standar Prosedur Operasional dengan baik. Hanya saja, karena negara dirugikan akibat penipuan tersebut, para hakim harus mencari orang yang harus membayar kerugian itu. Dan kedua rekan inilah yang ditunjuk untuk membayar kerugian tersebut.

Solidaritas dan keberanian Birokrat itu pun terungkap dalam segelintir tulisan di Blog dan spanduk-spanduk di beberapa kantor Kemenkeu.

Tapi siapa yang peduli, berbagai pihak tetap butuh uang dari kas negara…

Dan kemudian tak ada yang peduli, karena memang tak ada yang harus peduli selain Kemenkeu, apalagi dari Kemenkeu sendiri pun tak banyak yang ikut menunjukkan solidaritasnya.

Arus kas dari penerimaan hingga penyerapan berlangsung lancar-lancar saja. Tak ada yang perlu dirisaukan.

Sama seperti kejadian itu, beberapa Birokrat lain –yang sialnya di Indonesia risiko administrasi akan dianggap sebagai kejahatan pidana- di Kemenkeu yang dijebloskan di penjara dengan berbagai permasalahannya. Bahkan tanpa dukungan sedikit pun. Sama seperti dua minggu yang lalu, ketika seorang pegawai pajak divonis karena telah ditipu makelar tanah dalam pengadaan kantornya.

Maka besok, ketika ada lagi yang dikriminalisasi, jangan harap akan diberikan dukungan. Karena masing-masing sibuk dengan urusannya, termasuk saya, juga sibuk.

“Lebih baik diam daripada mati” –Pepatah Cina

§ 7 Responses to Coret-coretan; Solidaritas Dokter, Penghulu, dan Birokrat Kemenkeu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Coret-coretan; Solidaritas Dokter, Penghulu, dan Birokrat Kemenkeu at Elam Sanurihim Ayatuna.

meta

%d bloggers like this: