Bandung, menghabiskan masa muda…

September 22, 2013 § 34 Comments

“Ayolah ke Dufan, kapan lagi pada bisa main bareng?”

“Gue gak bisa ikut, gue mau ke Bandung”

“Hmm…” diam sejenak. “Ya sudah, kalau gitu kita mainnya ke Bandung saja”

 

Haha… Akhirnya ujung-ujungnya kemarin kita main ke Bandung. Padahal 5 minggu sebelumnya saya sudah ke Bandung sewaktu BSMI Pusat rapat dengan BSMI Jawa Barat. Hanya saja karena agendanya memang dinas organisasi dan dibiayai oleh organisasi. Jadinya sehari semalam itu pun dihabiskan dengan rapat-rapat saja tanpa bisa main-main.

Nah, kali ini baru benar agendanya jalan-jalan. Kami berempat, saya, dua orang teman “se-ciledug, dan seorang teman dari aceh pun memutuskan untuk menghabiskan sisa-sisa hari pengangguran kami ke Bandung.

Awalnya sih mau naik travel saja, tapi salah seorang teman saya ngomong kalau naik Bus Primajasa cuman 25ribu, kami pun tergiur dan memutuskan naik bus saja.

Ehh, ternyata sesampainya di terminal Lebak Bulus nggak 25ribu, harga tiketnya 60ribu. Teman saya yang rekomendasikan naik Bus itu pun berkilah kalau harganya mungkin naik gara-gara kenaikan BBM. Tapi 25ribu sama 60ribu kan beda banyak ya -____-“

Ya sudahlah, tapi tetap saja lebih murah naik Travel Cipaganti 90ribu.

Perjalanan sekitar tiga jam yang kemudian kami pun sampai di Universitas Telkom, tempat kami akan menumpang menginap.

Iya dong, kami gak mau rugi, jadi cari tempat numpang nginap yang gratisan di kossan teman saya yang dulu pernah kuliah di Telkom sebelum pindah kuliah ke Bintaro.

Ternyata cerita-cerita kalau di Bandung nge-koss banyak yang campur itu benar ya. -___-“

Mungkin di Bandung biasa aja, tapi saya yang dulu di Depok atau Bintaro jarang liat koss campur kan agak kaget. Di depok itu kalau pun ada nge-koss campur itu bentuknya rumah petak, jadi cukup terpisah. Jarang sekali ada yang satu gedung isinya cowok-cewek. Apalagi kalau pas di Bintaro, jangankan campur, cari kos cewek aja susah. Cowok semua, haha…😀

Saya sih untungnya berdua dengan teman saya yang cowok nginap di Kontrakan teman yang isinya cowok semua. Sementara dua teman saya yang cewek nginap di kossan teman cewek juga yang nggak jauh dari situ.

Karena agenda awalnya mau ke Dufan, maka agenda subtitusinya ya Ke Trans Studio Bandung dong.😀

Katanya ada promo program Kartu Tanda Mahasiswa. Kalau yang punya KTM bisa hemat 30ribu. Walau KTM kami sudah kadaluarsa, tapi tetap nekad aja ikut promo KTM itu. Eh, mosok gak bisa, padahal sebelumnya kami ke monas ngaku mahasiswa pakai KTM kadaluarsa itu bisa loh…😦

Ya sudah, akhirnya kami harus bayar seperti biasanya.

Sebagai permulaan, tentunya jangan main-main wahana yang ekstrim dulu. Pilih yang santai. Dan wahana pertama yang kami pilih wahana “Si Bolang”. Kayaknya gak terlalu ekstrim.

“Mas, ini apa?” tanya saya ke petugas.

“Mainan anak-anak sih ini”

“Oh, jadi kita gak bisa naik ya?”

“Bisa aja kalau mau” kata petugasnya sambil ngeluarin senyum kampret.

“Ya udah, kita mau naik kok”

Entahlah, saya gak tau arti senyum kampret itu. Tapi ternyata emang wahana ini anak-anak beth -_-” Cuman naik kereta sambil liat baju-baju daerah di Indonesia.

Ok sip, habis gak jelas di Bolang, kami ke wahana yang agak ekstrim, “Rumah Hantu”. Dan ini mengecewakan saudara-saudara, hantunya nggak ada yang serem. Padahal dari awal saya sudah siap-siap ketakutan. -___-“

Karena sudah kecewa dengan dua wahana ecek-ecek tersebut. Kami langsung saja ke wahana-wahana ekstrim.

Oh ya, roller coaster nya walau nggak ada puteran 360 derajat, tetap aja mengerikan. Soalnya jalannya ada mundurnya. Tapi walau begitu ya tetap aja ketagihan. Sampai nyoba dua kali.

Ada juga panjat tebing. Nah, kalau ini saran saya pilih yang angka 5, walau lebih jauh, tapi lebih gampang. Buktinya saya sampai duluan🙂

Ada juga yang kayak 4D di gelanggang samudra, kursi kita digoyang-goyang kemudian disemprot-semprot air.

Haha… Ini yang paling lucu, jadinya kita nanti dishoot dengan latar program-program trans tv.😀

****

Pulang dari Trans Studio, malah diajakin main lagi dengan anak-anak telkom yang kami tumpangi tempat tinggalnya. Katanya besok mereka nggak kuliah, jadi malemnya bisa main.

Kan capek ya dari Trans Studio malamnya main lagi. Tapi demi sopan santun selaku penumpang kossan. Kami pun ikut main ke salah satu rumah makan di dekat lembang. Jauh dan ngantuk.

Tapi seneng aja sih bisa main Uno malam-malam lagi rame-rame :’)

Selepas kenyang makan, langsung main lagi ke Gedung Merdeka di jalan Asia Afrika. Jam 12 malem. Ngantuk sodara-sodara.

Besok paginya pulang dah.

Tapi thanks untuk teman-teman Bandung -yang namanya belum semua saya hafal- atas segala kebaikannya di Bandung. Senang bertemu dan berkenalan dengan kalian semua😀

§ 34 Responses to Bandung, menghabiskan masa muda…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Bandung, menghabiskan masa muda… at Elam Sanurihim Ayatuna.

meta

%d bloggers like this: