infliction

June 12, 2013 Comments Off on infliction

Entahlah, sudah beberapa bulan ini saya terpuruk. Tapi, bukankah terpuruk yang terbaik adalah tidak mengeluh, tetap berusaha (walaupun pura-pura) untuk tetap terlihat bahagia, tetap berpikir positif, tetap bersyukur untuk setiap keadaan.

Namun, saya sedang capek, mungkin badmood. Pertanyaan yang sering menggelayuti hari-hari belakangan ini adalah; apakah ini takdir ujian yang memang harus saya jalani, atau jangan-jangan ini merupakan hukuman kehidupan.

Saya sudah mencoba menampik rasa ini, tidak menghiraukan pemikiran-pemikiran tentang hukuman ini. Siapa yang dapat menentukan suatu takdir itu ujian atau hukuman. Lagipula kenapa harus dihukum, memangnya saya salah.

Salah karena telah pergi dari suatu tempat yang rentan membuat kesalahan. Mencari zona nyaman dengan belajar menjadi kacung negara setelah sebelumnya begitu lantang meneriaki kebobrokan mereka. Idealis yang oportunis.

Tidak, tidak idealis, karena nyatanya masih takut untuk hidup susah, dimusuhi banyak orang, bahkan dikhianati teman sendiri.

Walau, teori mengatakan justru dengan begitu akan terlatih. Mungkin benar, karena nyatanya saya lebih bisa untuk susah, bermusuhan dengan banyak orang, bahkan tidak sepenuhnya percaya teman baik. Tapi, latihan itu melelahkan, ada harga yang harus dibayar, tidak gratis. Latihan yang menyebabkan ada ruang sedih berlarut-larut, cinta-cinta yang tak terbalas, dan tatapan mata tajam yang menusuk.

Salah kah jika sekarang saya cukupkan hingga di sini. Saya mungkin tak bisa dan tak ingin menjadi Tan Malaka yang berpindah dari satu penjara ke penjara lainnya. Atau menjadi Soe Hok Gie dan Ahmad Wahib yang mati muda. Atau Kartosuwiryo yang mati di tiang gantung oleh saudara seperjuangannya dahulu. Terlalu tinggi, bahkan terlalu naif mencapai idealisme tanpa harus melewati getir-getirnya.

Biarkan saya menjadi orang “normal” lainnya, jangan hukum atas pilihan ini. Menjalani hidup biasa saja. Walau masih menyimpan dendam idealisme. Saya bukan hendak melarikan diri, tapi sedang butuh istriahat. Tarik kembali ke jalan itu jika saya telah siap kembali.

Amin…

Tagged:

Comments are closed.

What’s this?

You are currently reading infliction at Elam Sanurihim Ayatuna.

meta

%d bloggers like this: