Adjournment…

May 17, 2013 § Leave a comment

Selalu saja menggembirakan ketika ada orang yang kau anggap saudara seperjuangan masih mengingatmu. Masih bertanya keadaanmu. Masih mengajakmu dalam kerja-kerja kebaikan. Walaupun kau sedang puasa dalam perjuangan itu. Hmm… Tapi, bukan berhenti, lebih tepatnya mengambil tempat dan cara berbeda dalam perjuangan lain.

Masih jelas dalam ingatan, bagaimana diskusi-diskusi panjang yang dilakukan hingga dini hari. Bagaimana peluh diperoleh di antara kerja-kerja menentramkan. Bagaimana setiap cerita tertoreh begitu indah.

Namun, kadang setiap indah punya cerita pahit yang harus dialami. Dan ketika tidak bisa melewati satu ujian kepahitan. Maka sudah seharusnya ujian diulang-ulang hingga berhasil…

Tapi setiap orang punya titik klimaksnya. Titik dimana ia menyerah. Tuhan mungkin tidak membebankan di luar batas kemampuannya. Namun, bisa saja di luar batas menyerahnya.

Difitnah dan dicaci-maki orang lain mungkin masih bisa dilawan. Tapi oleh saudara yang kau cintai itu menyakitkan. Dan berkali-kali harus diulang ujian itu lebih menyakitkan. Apalagi cenderung menyakiti adalah orang yang sedang sakit.

Ok, konklusi ini mungkin tidak jelas. Tapi, saya ingin istirahat yang jelas dari beban-beban di luar batas kemenyerahan saya. Terima kasih untuk yang masih mengingat dan mencintai balik. Sungguh, kalian saudara yang baik.

Tagged:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Adjournment… at Elam Sanurihim Ayatuna.

meta

%d bloggers like this: