Tere-liye: Cinta, lantas kenapa?

April 29, 2013 § 10 Comments

Beberapa hari yang lalu sempat bertemu Om Tere-liye, salah satu penulis favorit saya.

Dan hari itu, ia membahas soal cinta di sebuah acara. Saya hanya iseng saja mendengarkan. Hingga akhirnya salah satu perkataannya yang paling saya garis bawahi adalah “Lantas kenapa?”.

Soal cinta yang kadang begitu rumit untuk sebagian besar orang hanya perlu disederhanakan dengan pertanyaan, “Lantas kenapa?”. Seolah-olah cuek menganggap masalah sepanjang masa ini. Namun, inilah kuncinya. Cinta kadang tak selalu butuh ruang besar untuk diceritakan, hanya perlu diletakkan pada tempatnya dan semua akan selesai.

Diletakkan pada tempatnya.

Banyak sekali kisah cinta, ada milyaran orang di dunia ini yang hidup. Masing-masing pasti memiliki kisah cintanya sendiri. Dan setiap kisah cinta selalu menyimpan haru-birunya masing-masing. Namun, apa yang membedakan masing-masing ceritanya? Hanya sebuah penempatan yang benar atau tidak. Cinta itu bergumul pada tempat, waktu, dan orang yang tepat atau tidak. Serta proses percintaan yang baik atau tidak.

Hanya itu, hanya sesederhana itu sayang…
Kita dulu punya kisah yang mengharu-biru. Namun, “Lantas kenapa?” Tidak ada yang peduli. Bahkan termasuk masing-masing dari kita…

Tagged: , ,

§ 10 Responses to Tere-liye: Cinta, lantas kenapa?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Tere-liye: Cinta, lantas kenapa? at Elam Sanurihim Ayatuna.

meta

%d bloggers like this: