Cantik Itu Luka (Bukan Resensi)

December 25, 2012 § 7 Comments

“Novel ini sangat mirip denganmu lam” kata teman yang memberikan buku.

Novel yang baru selesai sore ini. Novel bagus yang setiap ceritanya sangat lugas, bahkan karena saking lugasnya tidak layak dipinjamkan ke mama, walau sudah beberapa kali beliau ingin meminjamnya. Setelah selesai membaca, segera ku simpan rapi novel itu. Tak ingin kejadiannya sama dengan novel “My Salwa, My Palestine”-ku yang oleh mama dikatakan itu novel jelek karena menceritakan pengusiran rakyat palestina lengkap dengan adegan pemerkosaan, pelecehan, dan adegan “berbahaya” lainnya.😀

Dan novel bernafas panjang ini, percayalah, jauh lebih banyak soal itu….

****

Kisah tentang seorang pelacur keturunan Belanda dari mulai kehidupan kakek neneknya hingga kehidupan cicit yang dimilikinya. Sekian generasi, dengan permasalahan yang begitu kompleks, susah ditebak, penuh kejutan, tapi gampang dicerna.

Ada sisi kehidupan lain yang diangkat sang penulis di tengah hiruk pikuk sejarah penjajahan belanda, pendudukan jepang, agresi militer, pembantaian komunis tahun 1965, dan jauh setelah itu. Sisi dimana dalam setiap perang perempuan selalu menjadi korban utama. Mereka adalah bagian yang paling harus dikasihani. Bukan hanya perang saja sebenarnya, dalam masa-masa damai pun terkadang mereka masih saja perlu dikasihani.

Namun, ternyata, di semua baris yang harus dikasihani tersebut, ada bagian tempat perempuan-perempuan tangguh. Mungkin ini bukan cerita tentang perlawanan wanita yang heroik, tapi keteguhan perempuan menempuh semua cobaan dan menetapkan pilihannya di atas semua tekanan. Meskipun terkadang itu pilihan yang sulit.

Selain itu, ini lebih banyak berkisah tentang kisah percintaan. Bukan cerita cinta satu atau dua orang. Tapi melibatkan banyak sekali tokoh, banyak sekali potongan cerita yang saling berkaitan, saling sambung menyambung, dan tidak monoton walau dilatari kondisi sejarah sesungguhnya. Malah terkesan apik karena seolah itu pernah terjadi dalam rentang waktu itu.

Tak perlu diceritakan semua secara urut dan rinci, biarlah dibaca sendiri, dimaknai sendiri. Hanya saja, mungkin, kesimpulan yang ingin disampaikan penulis, bahwa cantik itu tak selamanya membahagiakan, terkadang malah tragis, melukai.

****

“Novel ini sangat mirip denganmu lam” kata teman yang memberikan buku.

Yap, kata orang tersebut. Awalnya ku bingung, karena di bagian-bagian pertama cerita tak lebih dari kisah biasa seorang pelacur, bahkan terkesan agak mesum. Tak ku mengerti maksud kata-kata teman ini, hingga lama kelamaan sampai pada cerita-cerita menegangkan soal cinta.

Oh, ini toh maksudnya, cerita cinta yang kompleks, melibatkan banyak orang, banyak hati, banyak permasalahan. Dan permainan hati yang terkadang begitu dinikmati. Kemudian akhirnya jatuh pada satu kesempatan. Menderita dalam rentang yang begitu lama hanya karena sepotong hati.

Mungkin seperti Kamerad Kliwon yang menghabiskan diri dalam meja dan jalanan revolusi untuk mengubur perasaan. Atau seperti Alamanda yang harus membersamai orang yang tak dicintai. Atau Krisan pengecut yang akhirnya mati dengan membawa perasaan bersalah. Atau banyak hal lain.

Antara tersinggung dan lucu, kenapa mengambil perspektif diri sedemikian. Entahlah, bahkan ada beberapa orang yang mulai paham jalan ceritaku, yang terkadang juga tak kupahami sendiri, yang kadang bingung untuk kuurai satu per satu. Dan novel ini memberikan satu kesimpulan lain. Intinya hanya, kompleksitas kadang juga terjadi di dalam cerita hidup.

Ah, tapi, dari semua kebingungan itu, sungguh, novel ini salah satu novel terbaik yang pernah ku baca.

Tagged: ,

§ 7 Responses to Cantik Itu Luka (Bukan Resensi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Cantik Itu Luka (Bukan Resensi) at Elam Sanurihim Ayatuna.

meta

%d bloggers like this: