December 12, 2012 § Leave a comment

Tenggelam dalam setiap euforia kehidupan. Ketika kau hadir lalu menghentikan setiap pesta yang ada. Kemudian membawaku jauh menuju pesta lain yang lebih berwarna. Di antara setiap duka yang ada, kau hapus hingga tak berbekas. Bahkan, sampai tak terkenang lagi di kemudian hari.

 

Hanya kenangan tentang dirimu. Tentang cepatnya detak jantung yang mengalirkan darah penuh oksigen ke seluruh tubuh. Menghidupkam setiap sel yang kemudian mengganti yang mati. Membuat setiap organ tubuh dipenuhi tentang dirimu.

 

Lalu, dari apakah dirimu diciptakan. Ketika setiap mata seharusnya sama, memiliki retina yang sama. Tetapi, tidak dengan dirimu, mata yang berbeda dengan retina yang mampu memancarkan cahaya. Ketika nafasmu adalah kata-kata cinta yang terbawa udara dingin menyejukkan. Ketika segaris bibirmu adalah guratan rindu yang terus terkenang.

 

Percuma lari darimu, pergi dari tempatmu sejauh mungkin, pergi dari waktumu selama mungkin, atau pergi dari hatimu seluka mungkin, karena pada akhirnya ia akan bermuara kembali pada dirimu selamanya.

 

Berpindahnya dari satu hati ke hati lain takkan pernah menemukan hati senyaman hatimu. Melihat seluruh dunia hanya untuk mencari wajah sesederhana dirimu takkan mungkin. Menulis setiap surat untuk membungkus rindu padamu adalah pekerjaan yang sia-sia.

 

Memang takkan ada definisi yang tepat untuk rasa yang absurd ini. Namun, ada yang mengatakan cinta itu berarti keabadian. Ketika cintamu dipenuhi rona bahagia, maka ia akan abadi dalam bahagia. Ketika cintamu dipenuhi sesak duka, maka ia akan abadi dalam duka. Oleh karena itu, betapa banyak yang akhirnya mati karena cintanya dipenuhi sesak duka.

 

Tapi, lebih dari itu, cinta itu petualangan di antara jalan-jalan hati. Maka, seperti apa petualangannya, pasti akan seru, entah itu berakhir dalam suka atau duka. Ia akan mengajarkan banyak hal di setiap ruas perjalanannya. Lebih istimewa lagi ketika petualangannya itu tak memiliki akhir, kecuali kau mati di dalamnya.

 

Lalu, aku memilih untuk tetap hidup di dalamnya, menikmatinya, sebahagia apa pun, seluka apa pun, selelah apa pun. Karena di sini, setiap pijakan adalah tentangmu. Tentang rindu yang takkan terdefinisi kan bahkan dalam malam-malam panjangku…

 

 

11 Juni 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading at Elam Sanurihim Ayatuna.

meta

%d bloggers like this: